Grobogan Metro Realita
Dalam acara khoul ki Ageng Tarub, 15 safar, Desa Tarub Kecamatan Tawangharjo Kabupaten Grobogan menurut juru kunci Ki Ageng Tarub sebagai mana tahun-tahun sebelumnya tradisi wilujengan (mendoakan) yang dipusatkan makan ki Ageng Tarub yang tetap ramai didatangi pengunjung baik dari masyarakat sekitar maupun masyarakat diluar kota yang ikut mendo’akan dan meminta berkali agar kehidupannya selamat dunia akhirat
Selain di banjiri masyarakat pengunjung ritual tahunan 15 safar masyarakat tarub juga dihadiri keluarga besar keraton hadiningrat Surakarta, Gusti Kanjeng ratu (GKR) Galuh Kencono GKR Ayu Koes Indriah, GKR Sekar Koncono dan Gusti Kanjeng Pangeran (GKP) Ir. Joko Ujianto Anggota DPR RI dan muspida Wakil Bupati , Icek Baskoro, SH, anggota DPRD komisi 4 Kab. Grobogan.
Sebelum memulai acara kirap pusaka dan ritual penjamasan benda-benda pusaka yang dimulai di rute kantor Desa Tarub menuju makam sebagai lokasi inti dengan menggunakan kereta diesel, serta iring-iringan sepeda ontel dan Drumb band siswa pelajar setempat yang ikut memeriahkan iring-iringan, tradisi jawa khoul tahunan tersebut.
Selanjutnya proses cara wilujengan diadakannya selamatan tumpengan yang dimaksudkan untuk mendo’akan seluruh masyarakat Grobogan supaya tetap diberi keselamatan dan keberkahan hidup oleh Allah SWT. Oleh Raden Tumenggung RT Pujo Setiono di Pura, dan dilanjutkan tanggap Wacono” Oleh GKR Koes Indriah” khoul wilujengan ini mudah-mudahan memberikan tauladan kita semua dan anak cucu agar budaya ritual Ki Ageng Tarub tetap dilestarikan, supaya sejarah-sejarah ki Ageng Tarub yang melahirkan raja-raja tanah jawa tetap terjaga”
Selain tanggap wacana dari kraton, juga pemerintah Kabupaten Grobogan H. Icek Baskoro, SH bahwa “ Khoul Ki Ageng Tarub ini yang diselenggarakan tahunan 15 safar merupakan salah satu budaya Grobogan, yang harus kita lestarikan dan faktor penting-penting mendukung kesuksesan keberhasilan masyarakat Grobogan dalam upaya pelestarian budaya-budaya yang kita miliki”. Di saat yang sama Kades Tarub Haryoko, berharap pada acara ini diwawancarai (tubas) bahwa penyelenggaraan ini untuk memanfaatkan masyarakat biar tahu budaya leluhur, dan meningkatkan taraf pemahaman sosial budaya masyarakat hal ini mengembalikan pada anak cucu agar tidak dihanguskan/tetap di “uri-uri” bahwa kita mempunyai trush budaya Jawa selalu kita lestarikan ungkapnya. (Gus Murgan)