HARI ini 22 Desember hari ibu
teringat aku ceritra ibu almarhumah dulu
tentang dongeng yang sering dia ceritrakan
pada saat aku berusia kanak-kanak
dongeng-dongeng menjelang tidur
Nak, ibu ingin berceritra
tentang kisah kancil yang cerdik
dia ingin menyebrangi sungai yang lebar
menjadikan jembatan bagi diri si kancil
dengan imbalan bahwa jika dia terjatuh ke sungai
tubuhnya dapat dimakan buaya
Nak, dasar kancil yang cerdik
buaya-buaya mau saja menurut
bujuk rayu si kancil dengan sejuta harap
mendapat daging tubuh si kancil yang mungil
buaya buaya berjejer jadi jembatan penyebrangan
si kancil berhasil menyebrang sungai
dan dia tertawa bahagia
melihat kebodohan buaya-buaya
Nak, meski ibu banyak berceritra si kancil
kelak jika besar nanti, jangan kau tiru sifat si kancil
hanya cari untung tapi bikin pihak lain terpancung
jadikan kecerdikanmu sebagai rakhmat
menjadikan hidup bermanfaat
bagi diri dan lingkunganmu jadi maslahat
terima kasih ibu
aku telah diberi tafsir cerita si kancil
sayang kau telah tak ada
tak bisa melihat cerita kancil-kancil masa kini,
tapi mereka tidak mengambil mentimun di kebun Pak Tani,
mengambilnya dari berbagai perilaku tidak disiplin
meski sudah dibuatkan tata tertib
kancil-kancil itu, terkadang merasa ingin lepas dari jeratan
mereka suka mengeluarkan baju
Nongkrong, membolos, hingga berkelahi dengan teman sendiri. Ya Ampun???
(berbagai sumber-red)
