Jalan-jalan yang rusak dan berlubang di Cilacap mulai diperbaiki, saat eksekusi gelombang ketiga terhadap para terpidana mati Bali Sembilan dan lainnya.
Khususnya, jalan masuk ke Kompleks Dermaga Wijayapura, Cilacap, dan warga yakin kalau perbaikan jalan tersebut terkait dengan rencana eksekusi yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, seperti dilaporkan wartawan Cilacap, Lilik Darmawan.
Dermaga Wijayapura adalah satu-satunya pelabuhan untuk lalu lintas air ke Pulau Nusakambangan, lokasi penjara tempat sebagian besar terpidana mati ditahan.
“Sebelumnya, jalan di sini rusak dan berlubang cukup parah. Namun, saat sekarang sudah mulai diperbaiki. Dulu sewaktu eksekusi, jalan tersebut juga dibenahi,” kata Kirman, 52, salah seorang penduduk di Cilacap.
Yang juga khusus, adalah kunjungan Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono ke Pulau Nusakambangan, Kamis (28/4), yang ditandai dengan ketatnya penjagaan sekitar Dermaga Wijayapura.
Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kemenkumham, Jateng Molyanto, menyatakan siap kalau Pulau Nusakambangan dijadikan tempat pelaksanaan eksekusi, sebagaimana eksekusi gelombang sebelumnya.
“Kami siap saja. Namun, terus terang sampai sekarang belum ada informasi mengenai eksekusi tersebut. Apalagi, sebetulnya, eksekusi merupakan kewenangan dari Kejaksaan Agung,” kata Molyanto yang dihubungi melalui saluran telepon pada Jumat (29/4).
